Saya juga bisa marah…
Semoga marah saya tidak mengendap terlalu lama.

Ayo… Ingat hari ini secara keseluruhan!!

“What can bring me down?”
“Who let myself down?”

“Give a huge grin Ta…”

Sabar… Sesungguhnya sabar itu tidak ada batasnya. Semangaaattt..

Iklan

Selamat malam… Lagi… (7.30 malam Slipi)

Dan masih lagi dalam bis kota dengan tujuan Grogol – kampung melayu. Tetapi kali ini ad hal yg sedikit berbeda (dalam bis tapi kena air gerimis/bocor) dengan sepatu sendal tersayang yg copot kaitan sebelah kanannya. Yahhh…. Memang nasib.

Sebetulnya malam ini saya tidak mau membahas mengenai senyuman. Tapi apa daya? Malam ini tampaknya saya sedikit tersenyum getir. Bagaimana tidak jika melihat kejadian diatas.

Susah memang jika ingin praktik untuk memasang wajah selalu tersenyum. Yahhhh…. Izinkan saya menikmati suasana sejuk (yang cenderung dingin) di malam ini dengan satu senyuman. ^____^

1 menit berlalu…
2 menit berlalu…
1 lagu first love – Nica Costa berlalu…

Ternyata senyum saya masih getir.
Saat seperti ini lah yang saya kurang suka.

Hmmm… Mari flash back saat 8 bulan yang lalu. Mengingat kembali bagaimana saya saat itu, seharusnya malam ini saya bisa tersenyum manis. Ini “jalan” yang sudah saya pilih.

Masing-masing jalan memiliki konsekwensi. Saya pun mengambil keputusan untuk menerima konsekwensinya.

Kembali…. Mengingat apa yang akan terjadi pada esok atau lusa (yang saya tidak pernah tahu)…
Saya tersenyum senang sekarang.
Setidaknya ada satu titik dari mimpi yang akan saya dapatkan dikemudian hari.

Hari ini adalah proses bagaimana saya mengumpulkan titik-titik yang akan saya rangkaikan menjadi sebentuk garis, bidang, dan ruang “mimpi” saya.

Mimpi Indah yang akan saya gapai suatu saat nanti. Suatu saat nanti, hari itu, bersama-sama dengan orang yang saya sayangi. Amin.
Tersenyum lah saya malam ini.
^___^

Selamat malam…
Sudah lama tidak berbagi sama teman-teman sekalian. Hari ini saya mau berbagi cerita, sambil menemani perjalanan pulang kantor.

Sekarang saya lg dalam perjalanan Bandengan (kantor) menuju Cipinang (tempat tinggal).
Sedikit info, Grogol tergenang air setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa (sejauh mata memandang :p).

Malam ini, saya ingin berbagi kebahagiaan yg beberapa hari belakangan ini saya rasakan.
Hal ini berkaitan dengan “smile”/senyuman.

Saya sedang berusaha mempraktekkan sering tersenyum. Memulai hari baru dengan ucapan Basmallah dan senyuman manis di cermin. Mengakhiri perjalanan hari, dengan berucap Hamdallah disertai dengan senyuman manis sebelum tidur.

Saya merasa lebih bersemangat menjalani hari-hari saya. Saya juga selalu membayangkan hari-hari yg indah. Apa pun yg terjadi setiap hari, sedih, suka, tawa, tangis… Saya akan berusaha menambahkan kebahagiaan setiap harinya.

Hal tersebut paling sering saya analogikan dengan waktu 24 jam dalam sehari. Angka 24 dalam satu hari itu, membuat saya sering berpikir…. Apa yg bs saya lakukan dalam 24 jam setiap harinya? (Clingak clinguk jendela bis… Ternyata macet -__- )

(Lanjut ke topik)
Pernah suatu hari dimasa lalu, saya merasa sangat sedih… Sediihh sekali, sampai menitikkan air mata (yang jumlahnya bertitik-titik). Beberapa saat setelah itu, saya pergi ke cermin dan berkaca… Terucap kata-kata dalam hati.
“Apa yang sedang saya lakukan?”
“Apa saya akan menangis terus?”
“Sampai kapan saya mau menangis karena masalah?”

Saya berpikir… Dan saya berkata dalam hati…
“Saya menangis… Saya merasa lega. Apa lagi setelah ini?”
Saya segera melihat jam dinding atau jam tangan dan saya berkata dalam hati.

Hari ini belum berakhir. Masih ada sisa beberapa jam untuk membuat saya tersenyum, dan mensyukuri hari-hari yang saya lalui. Saya tidak mau menghabiskan sisa jam saya (kurang dari 24jam) dengan sesuatu yg tidak bahagia.

Hal lain yang membuat saya tersenyum adalah, mengingat bahwa suatu saat nanti, saya akan jauh lebih baik dari hari ini.
Saya meyakini hari itu akan tiba.

Saat ini pun saya tersenyum (dalam hati).

Saya mengizinkan kedua jempol saya menari diatas keyboard “SmartPhone” ini. Menikmati rasa lelah duduk dibangku bis yang keras, kemacetan yang masih menjadi-jadi sampai jm8 malam, dengan perut lapar, dengan punggung kaku dan dengan rasa penasaran yg tinggi terhadap berita keluarga di Surabaya yg dibawa mama.

Tetapi saya juga ditemani mp4 player dengan play list termanis yang saya miliki, dan juga Ponsel Pintar yang sedang saya genggam ini.

Saya pun mulai tersenyum, kepadatan mulai mencair. Setidaknya saya mendapatkan udara segar untuk bernafas. Walaupun terkadang bercampur dengan polusi udara. ^__^

Setelah dipikir-pikir lagi…. Mungkin belakangan ini saya sering tersenyum karena kehadiran dari kakak adik tersayang, teman-teman seperjuangan tersayang, dan sahabat-sahabat dekatku terkasih. Dan juga “dia” yang membuat saya tersenyum (baik itu senyum manis ataupun getir).

Mungkin kata-kata yang tepat untuk hari ini adalah :
“Terima Kasih Allah SWT Tuhan semesta alam. Terima Kasih sahabat dan teman-teman tersayang. Terima Kasih keluarga tercinta. Dan terima kasih pada “dia” yang selalu membuat saya tersenyum dan terheran-heran.”

Maka, jika Anda belum tersenyum hari ini, pergilah berkaca dan senyum lah semanis mungkin. Bersyukur atas segala yang Anda miliki. Bahagiakan diri Anda. Karena Anda lah yang berhak menentukan nilai diri Anda.

Saya pamit mundur…
Saya mau menikmati lagu “sail over 7 seas”. Sambil menikmati pemandangan pagar hijau di daerah Taman Suropati.

Salam dan ingat….

Tersenyumlah ^__^

Selamat Malam semuanya,

Hari Minggu, mungkin akan jadi hari yang tepat bagi saya untuk “B E R K A C A”. Dalam tanda kutip. Melihat kedalam diri sendiri. Membuka jendala hati. Apa yang sudah saya lakukan selama seminggu ini? Memberikan penghargaan terhadap diri sendiri dengan tetap dan terus menyemangati diri sendiri. Apa pun perjalanan yang sudah dan sedang saya alami.

Meningkatkan “Mood Meter” bagi saya merupakan hal yang cukup penting. Sebetulnya untuk saving good mood seminggu kedepan. Menyiapkan hari-hari indah saya yang penuh dengan tantangan dan cerita baru.  ^_^

Tadi saya tidak sengaja mendengarkan acara “Mario Teguh Golden Ways“. Yah… saya suka untuk menyemangati diri saya dengan menonton acara yang “membuka” mata hati saya. Membantu saya untuk meningkatkan “mood meter“. Mengingat acara tersebut episode hari ini, saya pun teringat pula dengan beberapa statement saya dalam status “Yahoo Messager” beberapa hari lalu. Menyatakan bahwa “Orang besar tidak mudah jatuh karena permasalahan kecil. Tidak ada permasalahan besar dalam kamus orang besar“.

Menguatkan diri sendiri… yahhh… lebih kurang bisa dikatakan begitu. Menyadari pula bahwa tidak semua yang saya inginkan baik untuk saya. Tetapi yang terbaik lah yang saya dapatkan untuk saya. Apa pun itu bentuknya.

Tetap semangat, tetap tersenyum. ^___^

(sambil mengingat bahwa masih ada yang terus menyemangati saya dari orang “kejauhan yang cukup dekat“)

Duduk sendirian. tanpa musik, bertemankan seperangkat komputer + Jaringan internet, dan ditemani dengan nyamuk-nyamuk nakal. Tidak pernah masuk akal saya betah duduk tanpa musik, tanpa bacaan dan tanpa berpikir. Maka dari itu lah akhirnya saya mulai memainkan jari-jari saya diatas keyboard hitam ini.

Baru pukul 22.00 waktu kompie saya, rumah saya sudah terasa sepi dan sunyi. Yang terdengar hanya suara tetesan air dari kolam ikan dan suara gemertak keyboard. Uhhmm… mari mulai memikirkan suatu hal.

Uhmm… jadi teringat sekelumit kisah kecil yang saya alami beberapa hari belakangan ini. Ternyata sulit juga bagi saya untuk memahami beberapa karakter manusia yang terbilang cukup unik. Bahkan terlalu unik. :p

Tetapi, justru keunikan itulah yang membuat saya merasakan bahwa orang tersebut beda dari yang lainnya. (Come on Ta… did u feel it again?)

Bertemu dengan berbagai macam karakter manusia, membuat saya merasa kaya akan ilmu. Jika bertanya bagaimana bisa? Jawabannya tentu sangat bisa. Mengenal orang unik artinya menambah wawasan saya bagaimana cara untuk menyikapi dan menghadapi orang tersebut. 🙂

Tapi.. kali ini saya merasakan hal lain yang belum pernah saya alami sebelumnya. Karena saya benar-benar menemukan sosok baru dan benar-benar lain dari yang lain. Bahasa kerennya sih… “Extra Ordinary Man“.

Entah apa yang saya rasakan saat ini. Cukup rumit untuk mendeskripsikannya. Terkadang saya merasa wajar dan paham terhadap sikap si “Extra Ordinary Man” ini. Tetapi….. baru hari Jumat yang lalu saya merasakan apa yang teman-teman lainnya rasakan. (Nah loh… kenapa jadi ada teman-teman lainnya juga?). Ternyata dia benar-benar “Extra Ordinary Man“. Dia berhasil membuat saya “Upset“!

Wufffhhhh… Untung lah saya tidak mau memperpanjang perasaan Upset itu. Saya merasa dia melakukan hal apapun itu karena ada alasannya. Mungkin saya benar-benar sudah mengganggu dia. Atau dia memang sedang tidak baik mood nya. Yah… Saya hanya menganggap bahwa waktu saya belum tepat untuk mengenalnya lebih jauh lagi. Apa boleh buat… Saya rasa, saya tidak bisa terlalu sering memaksakan apa kehendak saya-untuk lebih dekat dan mengenal dia.

Wah wah…. saya jadi heran… Kenapa saya harus membahas si “Extra Ordinary Man” disini??? Tampaknya cukup berbahaya. Atau memang takut ketahuan? hehehe 😀

Uhm… sudah cukup larut malam… Papa Sudah pulang… perut sudah kenyang… badan sudah lelah… tampaknya ini waktu saya untuk undur diri. Kapan-kapan saya ceritakan kembali bagaimana kelanjutan perkenalan saya dengan si “Extra Ordinary Man” ini. hehe :p

Seharusnya postingan ini muncul tanggal 21 November 2009 lalu. Entahlah… posting mobile tampaknya jadi cukup rumit untuk saya. Postingan yang mau saya posting ini malah nyasar ke blog saya yang lain itu. Inilah cerita yang mau saya tampilkan dua hari lalu.

(lebih…)

Sudah lama tak menulis… terkadang cukup rindu juga…
Sebetulnya, banyak juga yang ingin saya tuangkan kedalam blog saya ini. Tapi, apa daya rasa malas menulis lebih besar. belum lagi rasa kantuk dan lelah yang terkadang singgah.

Banyak kisah baru yang baru saya alami dan sedang saya jalani. Seolah merajut benang kehidupan baru. Kisah baru, semangat baru, dan harapan-harapan baru. Semoga saya mampu melewati cerita hidup saya dengan baik, dan merangkumnya dengan warna yang indah.