Selamat malam… Lagi… (7.30 malam Slipi)
Dan masih lagi dalam bis kota dengan tujuan Grogol – kampung melayu. Tetapi kali ini ad hal yg sedikit berbeda (dalam bis tapi kena air gerimis/bocor) dengan sepatu sendal tersayang yg copot kaitan sebelah kanannya. Yahhh…. Memang nasib.
Sebetulnya malam ini saya tidak mau membahas mengenai senyuman. Tapi apa daya? Malam ini tampaknya saya sedikit tersenyum getir. Bagaimana tidak jika melihat kejadian diatas.
Susah memang jika ingin praktik untuk memasang wajah selalu tersenyum. Yahhhh…. Izinkan saya menikmati suasana sejuk (yang cenderung dingin) di malam ini dengan satu senyuman. ^____^
1 menit berlalu…
2 menit berlalu…
1 lagu first love – Nica Costa berlalu…
Ternyata senyum saya masih getir.
Saat seperti ini lah yang saya kurang suka.
Hmmm… Mari flash back saat 8 bulan yang lalu. Mengingat kembali bagaimana saya saat itu, seharusnya malam ini saya bisa tersenyum manis. Ini “jalan” yang sudah saya pilih.
Masing-masing jalan memiliki konsekwensi. Saya pun mengambil keputusan untuk menerima konsekwensinya.
Kembali…. Mengingat apa yang akan terjadi pada esok atau lusa (yang saya tidak pernah tahu)…
Saya tersenyum senang sekarang.
Setidaknya ada satu titik dari mimpi yang akan saya dapatkan dikemudian hari.
Hari ini adalah proses bagaimana saya mengumpulkan titik-titik yang akan saya rangkaikan menjadi sebentuk garis, bidang, dan ruang “mimpi” saya.
Mimpi Indah yang akan saya gapai suatu saat nanti. Suatu saat nanti, hari itu, bersama-sama dengan orang yang saya sayangi. Amin.
Tersenyum lah saya malam ini.
^___^