Selamat malam…
Sudah lama tidak berbagi sama teman-teman sekalian. Hari ini saya mau berbagi cerita, sambil menemani perjalanan pulang kantor.

Sekarang saya lg dalam perjalanan Bandengan (kantor) menuju Cipinang (tempat tinggal).
Sedikit info, Grogol tergenang air setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa (sejauh mata memandang :p).

Malam ini, saya ingin berbagi kebahagiaan yg beberapa hari belakangan ini saya rasakan.
Hal ini berkaitan dengan “smile”/senyuman.

Saya sedang berusaha mempraktekkan sering tersenyum. Memulai hari baru dengan ucapan Basmallah dan senyuman manis di cermin. Mengakhiri perjalanan hari, dengan berucap Hamdallah disertai dengan senyuman manis sebelum tidur.

Saya merasa lebih bersemangat menjalani hari-hari saya. Saya juga selalu membayangkan hari-hari yg indah. Apa pun yg terjadi setiap hari, sedih, suka, tawa, tangis… Saya akan berusaha menambahkan kebahagiaan setiap harinya.

Hal tersebut paling sering saya analogikan dengan waktu 24 jam dalam sehari. Angka 24 dalam satu hari itu, membuat saya sering berpikir…. Apa yg bs saya lakukan dalam 24 jam setiap harinya? (Clingak clinguk jendela bis… Ternyata macet -__- )

(Lanjut ke topik)
Pernah suatu hari dimasa lalu, saya merasa sangat sedih… Sediihh sekali, sampai menitikkan air mata (yang jumlahnya bertitik-titik). Beberapa saat setelah itu, saya pergi ke cermin dan berkaca… Terucap kata-kata dalam hati.
“Apa yang sedang saya lakukan?”
“Apa saya akan menangis terus?”
“Sampai kapan saya mau menangis karena masalah?”

Saya berpikir… Dan saya berkata dalam hati…
“Saya menangis… Saya merasa lega. Apa lagi setelah ini?”
Saya segera melihat jam dinding atau jam tangan dan saya berkata dalam hati.

Hari ini belum berakhir. Masih ada sisa beberapa jam untuk membuat saya tersenyum, dan mensyukuri hari-hari yang saya lalui. Saya tidak mau menghabiskan sisa jam saya (kurang dari 24jam) dengan sesuatu yg tidak bahagia.

Hal lain yang membuat saya tersenyum adalah, mengingat bahwa suatu saat nanti, saya akan jauh lebih baik dari hari ini.
Saya meyakini hari itu akan tiba.

Saat ini pun saya tersenyum (dalam hati).

Saya mengizinkan kedua jempol saya menari diatas keyboard “SmartPhone” ini. Menikmati rasa lelah duduk dibangku bis yang keras, kemacetan yang masih menjadi-jadi sampai jm8 malam, dengan perut lapar, dengan punggung kaku dan dengan rasa penasaran yg tinggi terhadap berita keluarga di Surabaya yg dibawa mama.

Tetapi saya juga ditemani mp4 player dengan play list termanis yang saya miliki, dan juga Ponsel Pintar yang sedang saya genggam ini.

Saya pun mulai tersenyum, kepadatan mulai mencair. Setidaknya saya mendapatkan udara segar untuk bernafas. Walaupun terkadang bercampur dengan polusi udara. ^__^

Setelah dipikir-pikir lagi…. Mungkin belakangan ini saya sering tersenyum karena kehadiran dari kakak adik tersayang, teman-teman seperjuangan tersayang, dan sahabat-sahabat dekatku terkasih. Dan juga “dia” yang membuat saya tersenyum (baik itu senyum manis ataupun getir).

Mungkin kata-kata yang tepat untuk hari ini adalah :
“Terima Kasih Allah SWT Tuhan semesta alam. Terima Kasih sahabat dan teman-teman tersayang. Terima Kasih keluarga tercinta. Dan terima kasih pada “dia” yang selalu membuat saya tersenyum dan terheran-heran.”

Maka, jika Anda belum tersenyum hari ini, pergilah berkaca dan senyum lah semanis mungkin. Bersyukur atas segala yang Anda miliki. Bahagiakan diri Anda. Karena Anda lah yang berhak menentukan nilai diri Anda.

Saya pamit mundur…
Saya mau menikmati lagu “sail over 7 seas”. Sambil menikmati pemandangan pagar hijau di daerah Taman Suropati.

Salam dan ingat….

Tersenyumlah ^__^