Selamat Malam semuanya,

Hari Minggu, mungkin akan jadi hari yang tepat bagi saya untuk “B E R K A C A”. Dalam tanda kutip. Melihat kedalam diri sendiri. Membuka jendala hati. Apa yang sudah saya lakukan selama seminggu ini? Memberikan penghargaan terhadap diri sendiri dengan tetap dan terus menyemangati diri sendiri. Apa pun perjalanan yang sudah dan sedang saya alami.

Meningkatkan “Mood Meter” bagi saya merupakan hal yang cukup penting. Sebetulnya untuk saving good mood seminggu kedepan. Menyiapkan hari-hari indah saya yang penuh dengan tantangan dan cerita baru.  ^_^

Tadi saya tidak sengaja mendengarkan acara “Mario Teguh Golden Ways“. Yah… saya suka untuk menyemangati diri saya dengan menonton acara yang “membuka” mata hati saya. Membantu saya untuk meningkatkan “mood meter“. Mengingat acara tersebut episode hari ini, saya pun teringat pula dengan beberapa statement saya dalam status “Yahoo Messager” beberapa hari lalu. Menyatakan bahwa “Orang besar tidak mudah jatuh karena permasalahan kecil. Tidak ada permasalahan besar dalam kamus orang besar“.

Menguatkan diri sendiri… yahhh… lebih kurang bisa dikatakan begitu. Menyadari pula bahwa tidak semua yang saya inginkan baik untuk saya. Tetapi yang terbaik lah yang saya dapatkan untuk saya. Apa pun itu bentuknya.

Tetap semangat, tetap tersenyum. ^___^

(sambil mengingat bahwa masih ada yang terus menyemangati saya dari orang “kejauhan yang cukup dekat“)

Duduk sendirian. tanpa musik, bertemankan seperangkat komputer + Jaringan internet, dan ditemani dengan nyamuk-nyamuk nakal. Tidak pernah masuk akal saya betah duduk tanpa musik, tanpa bacaan dan tanpa berpikir. Maka dari itu lah akhirnya saya mulai memainkan jari-jari saya diatas keyboard hitam ini.

Baru pukul 22.00 waktu kompie saya, rumah saya sudah terasa sepi dan sunyi. Yang terdengar hanya suara tetesan air dari kolam ikan dan suara gemertak keyboard. Uhhmm… mari mulai memikirkan suatu hal.

Uhmm… jadi teringat sekelumit kisah kecil yang saya alami beberapa hari belakangan ini. Ternyata sulit juga bagi saya untuk memahami beberapa karakter manusia yang terbilang cukup unik. Bahkan terlalu unik. :p

Tetapi, justru keunikan itulah yang membuat saya merasakan bahwa orang tersebut beda dari yang lainnya. (Come on Ta… did u feel it again?)

Bertemu dengan berbagai macam karakter manusia, membuat saya merasa kaya akan ilmu. Jika bertanya bagaimana bisa? Jawabannya tentu sangat bisa. Mengenal orang unik artinya menambah wawasan saya bagaimana cara untuk menyikapi dan menghadapi orang tersebut. :)

Tapi.. kali ini saya merasakan hal lain yang belum pernah saya alami sebelumnya. Karena saya benar-benar menemukan sosok baru dan benar-benar lain dari yang lain. Bahasa kerennya sih… “Extra Ordinary Man“.

Entah apa yang saya rasakan saat ini. Cukup rumit untuk mendeskripsikannya. Terkadang saya merasa wajar dan paham terhadap sikap si “Extra Ordinary Man” ini. Tetapi….. baru hari Jumat yang lalu saya merasakan apa yang teman-teman lainnya rasakan. (Nah loh… kenapa jadi ada teman-teman lainnya juga?). Ternyata dia benar-benar “Extra Ordinary Man“. Dia berhasil membuat saya “Upset“!

Wufffhhhh… Untung lah saya tidak mau memperpanjang perasaan Upset itu. Saya merasa dia melakukan hal apapun itu karena ada alasannya. Mungkin saya benar-benar sudah mengganggu dia. Atau dia memang sedang tidak baik mood nya. Yah… Saya hanya menganggap bahwa waktu saya belum tepat untuk mengenalnya lebih jauh lagi. Apa boleh buat… Saya rasa, saya tidak bisa terlalu sering memaksakan apa kehendak saya-untuk lebih dekat dan mengenal dia.

Wah wah…. saya jadi heran… Kenapa saya harus membahas si “Extra Ordinary Man” disini??? Tampaknya cukup berbahaya. Atau memang takut ketahuan? hehehe :D

Uhm… sudah cukup larut malam… Papa Sudah pulang… perut sudah kenyang… badan sudah lelah… tampaknya ini waktu saya untuk undur diri. Kapan-kapan saya ceritakan kembali bagaimana kelanjutan perkenalan saya dengan si “Extra Ordinary Man” ini. hehe :p

Seharusnya postingan ini muncul tanggal 21 November 2009 lalu. Entahlah… posting mobile tampaknya jadi cukup rumit untuk saya. Postingan yang mau saya posting ini malah nyasar ke blog saya yang lain itu. Inilah cerita yang mau saya tampilkan dua hari lalu.

(lagi…)

Sudah lama tak menulis… terkadang cukup rindu juga…
Sebetulnya, banyak juga yang ingin saya tuangkan kedalam blog saya ini. Tapi, apa daya rasa malas menulis lebih besar. belum lagi rasa kantuk dan lelah yang terkadang singgah.

Banyak kisah baru yang baru saya alami dan sedang saya jalani. Seolah merajut benang kehidupan baru. Kisah baru, semangat baru, dan harapan-harapan baru. Semoga saya mampu melewati cerita hidup saya dengan baik, dan merangkumnya dengan warna yang indah.

Kejadian demi kejadian yang sudah saya alami membuat saya sering berpikir dan mengerti tentang nilai kehidupan. Satu poin pengetahuan bertambah. Tuhan memang adil. Ketika terdapat sesuatu yang hilang dalam hidup kita (baik itu berupa barang atau apapun), YAKIN lah bahwa Tuhan akan menggantikannya dengan yang JAUH LEBIH BAIK. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun dapat merasakannya.

Ketika ada sesuatu yang “hilang”, Saya selalu berusaha dan mencoba untuk mengikhlaskannya. Cara pandang saya akan saya rubah bahwa hal/barang/apapun yang hilang itu memang bukanlah milik saya. Titik.

Walaupun terkadang rasa sedih, rasa marah, rasa kecewa, sempat saya rasakan. Tapi harus saya ikhlaskan. Ketika saya benar-benar ikhlas, maka saat itu pula saya dapat mengambil sisi positifnya. YES… I learn something New. Bersyukur atas apa yang masih saya miliki.

Kehidupan memang suatu proses. Suatu perjalanan hidup-yang saya Yakini bahwa Tuhan memberikan sesuai dengan porsinya masing-masing. Ketika merasa lambat dalam berbuat sesuatu, syukurilah bahwa kita masih menyadarinya. artinya kita dapat merubahnya. Walaupun terkadang proses perubahan/pembelajaran itu tidak datang dengan sendirinya. Maka, berterima kasih lah terhadap orang-orang disekitar kita-yang secara tidak langsung ikut membentuk kepribadian kita.

Ketika bertemu seseorang yang telah menyakitimu, yang telah memandang sebelah mata, yang telah mempermainkanmu, dan melakukan hal buruk lainnya, JANGAN PERNAH MARAH!!! berterima kasih lah dengan mereka. Maafkan mereka. Dan bersyukurlah atas apa yang telah mereka lakukan. YES… “They” help you to grow strong and tough!

Sebisa mungkin-walau terkadang tidak mudah- ubah lah cara pandang kita. Biasanya… jika saya mempraktekkan itu, perasaan saya jauh lebih tenang. Setidaknya ada sesuatu yang bisa membuat kita tersenyum dan berucap syukur. Alhamdulillah….. Saya mendapat sedikit ilmu kehidupan. One step Closer…. (Proses perjalanan hidup itu terus berlangsung).

Dia datang menghampiri kehidupanku.
Cepat, cepat, bahkan terlampau cepat.
Masih lekat dalam ingatanku.
Seseorang di masa lalu yang mengingatkanku akan dirinya.
Baru genap rasa pilu dihatiku lenyap.
Kini hadir rasa menggelitik dihatiku.
Lagi.
Untuk yang kesekian kalinya.

Ya Allah…. Apa secepat ini rasa itu berganti?
Apa aku sudah kuat untuk merasakan rasa itu lagi?
Tidak dengan cara lain saja kah?
Apa aku sungguh pantas menerima rasa itu?

Ya Allah… Ya Robb…
Jangan biarkan aku larut dalam situasi yg tidak baik.
Uraikan aku dari lilitan yang menyakitiku.
Izinkan aku berbahagia dengan rasa itu.
Temukan aku dengan yang KAU kirim untuk ku.
Iringi aku dalam setiap langkahku.

Selamat pagi sekali (jam menunjukan pk. 00.15),

tiba” teringat bahwa saya memiliki blog. Wadah yang menampung keluh kesah saya. Saya lupa bahwa saya sebenarnya sudah cukup lama memiliki blog-yg ternyata dianaktirikan. :(

saya teringat memiliki blog ini karena malam tadi ad seseorang yang menyapa saya “by IM”. Beliau berkomentar atas salah satu statement saya di blog ini. Sejujurnya saya agak lupa tulisan yg mana dan di blog yg mana. Yah… Mohon maklum… Suka gonta-ganti alamat. Hehe :p

setelah saya cek ulang dan membaca kembali… Saya baru teringat tulisan tersebut. Memang terkadang saya suka terbawa suasana hati saat menulis. Saat ingin dikuatkan, statement menyemangati diri pun terujar. Saat jatuh cinta, romantisme nan gombal pun terumbar. Saat sedang marah, terkadang emosi jiwa pun terlukis. Menulis memang seperti bermain kata-kata.

Bodohnya saya, yang tidak memanfaatkan waktu “yang sangat luang ini” dengan menulis kembali. Seharusnya banyak kisah yang bisa saya tuliskan.

Aaah….. Terlalu banyak berpikir memang tidak cukup baik. Tapi kenapa cukup sulit bagi saya untuk tidak terlalu banyak berpikir??

sejujurnya…. Banyak yang bisa saya tuangkan kedalam tulisan. Permasalahannya, terkadang saya suka ke-GR-an. Alias… Memiliki dilema.
Ketika saya ingin menuliskan sesuatu, saya berpikir. Siapa saja orang yang kira-kira akan membaca tulisan saya? Apakah tulisan saya menyinggung seseorang/suatu pihak? Apakah pembaca menyukai tulisan saya? Belum lagi jika ingin menuliskan opini mengenai politik. Wuiihh…. Bisa panjang lagi “WH Questions”-nya.

Tapiii…. Mungkin ada baiknya saya mulai banyak menulis dan membaca lagi. Siapa tau saya benar-benar bisa “kepincut” LAGI LAGI dan LAGI dalam dunia jurnalistik. :D

Ya Allah…. Kapan yah saya bisa totalitas LAGI dalam mengerjakan sesuatu?? Saya cukup lelah dengan “situasi” saya saat ini. Berikan secercah cahaya dalam mata hati saya. Tunjukkan jalan yang tepat untuk perjalanan hidup saya. Bangunkan pikiran dan hati saya dari tidur panjangnya. Cukupkan kebahagiaan untuk saya dan orang-orang yang saya cintai. AMIN.

- dita pingin smile -

Wah….siang ini yang seharusnya cerah dan panas…ternyata menjadi cuaca yang sejuk tapi terlalu sejuk….air hujan turun deras…petir membelah awan kelabu….angis meniupkan hembusan yang cukup kencang.

Hmmm…cukup nyaman juga rasanya menulis di teras rumah pada saat cuaca seperti ini…

tinggal menunggu secangkir kopi hangatku jadi.uhmm….

Mengingat berita beberapa hari belakangan ini, tema yang masih selalu hangat diperbincangkan adalah masalah politik dan cuaca yg menunjukkan bahwa petir telah memakan korban. wah…saya sedih sebenernya dengar berita itu. Tapi buat saya…itu mungkin memang cobaan yang diberikan Tuhan.  Sedangkan berita politik….ahhh…itu biasa lahh…. Mendekati pesta demokrasi di negara manapun, politik pasti menjadi bahan utama di berbagai media cetak maupun media elektronik.

Tapi….ada satu berita yang membuat saya merasa sedih. Yah…mulai dari beberapa hari lalu, saya mendengar berita mengenai salah satu Sekolah Dasar negeri Kalau saya tidak salah ingat lokasinya di daerah Malang.  Saya sedih sekali melihat berita siang ini di liputan6 yang di tayangkan di televisi channel SCTV. Siaran itu sangat menggambarkan kesedihan para siswa-siswi dan juga para guru. Terlihat kesedihan mereka yang amat mendalam. Bagaimana tidak, para siswa-siswi harus belajar dilantai. Padahal satu minggu lagi para siswa harus mengikuti Try Out UAN.

Tapi…berhubung pemerintah daerah Malang belum melunasi tunggakan perabot kebutuhan kelas (banku dan meja) selama tiga tahun. Yah…TIGA TAHUN saudara-saudara dan teman-temanku sebangsa dan setanah air.

Ohh…miris sekali rasanya. tiga tahun tunggakan itu belum terlunasi. Sedangkan ketika para wali murid berinisiatif menyumbang Rp 50,000,- per siswa, coba tebak apa yang terjadi??? Pemborong/pengrajin tersebut menolak. Karena takut ada kesalahan prosedur. Kenapa sih intinya harus kembali lagi ke prosedur???

KENAPA??? Apa tidak kasihan melihat adik-adik kita belajar dengan tidak layak seperti itu? Padahal mereka tidak bersalah apa-apa kan? Bukannya para wali murid mau berniat membantu??? Lalu kenapa harus ditolak dan bangku serta meja harus terpaksa diambil/ disita???

Ahhh…rupanya susah sekali hidup di era seperti sekarang ini. Dimana ketika banyak manusia yang aneh. Bayangkan saja…hanya karena takut salah prosedur, bangku itu tetap disita walaupun ada dana yang mau diberikan.

Sampai-sampai para siswa dan guru mereka pun mengadakan sholat istighosah.

Coba bayangkan…mereka mempertahankan bangku dan meja sekolah mereka yang untuk belajar itu sampai harus dengan cara sholat istighosah!!!

APA SIH YANG ORANG-ORANG PIKIRKAN?

Tidak bisakah adik-adik kami di Malang belajar dengan tenang? Ahh..saya memang cuma bisa mengkritik orang lain. Salah lagi saya. :(

Tapi…saya memang termasuk orang yang sangat perduli sekali dengan pendidikan terutama di negara ini. Memang saya tidak dapat berbuat banyak. Tapi, saya hanya bisa membantu sesuai dengan kemampuan saya. Seandainya saya mampu membantu, pasti saya akan membantu.

Buat saya pendidikan itu penting. Apalagi untuk anak-anak. Karena merekalah calon-calon penerus bangsa ini. Yah..kalimat itu memang selalu terdengar klise. Tapi coba pikirkan baik-baik. Kalau pemerintah yang berpolitik itu sering mengangkat permasalahan ekonomi, sembako dan kesejahteraan rakyat….lantas kapankah pendidikan di negara ini mendapat perhatian khusus. Memang permasalahan ekonomi, sembako dan kesejahteraan rakyat itu merupakan permasalahan yang penting. Tapi…coba diingat lagi….mereka hanya “orang lama” yang sudah tumbuh sejak dahulu. Alangkah baiknya jika manusia-manusia yang “baru tumbuh” ini juga bisa memperoleh perhatian untuk masa depannya kelak. Agar beberapa tahun kedepan, segala sesuatu yang berhubungan dengan ekonomi, sembako dan kesejahteraan rakyat itu membaik. Buat saya, memupuk lebih awal jauh lebih baik. Memperbaiki dan memberi “Nutrisi” pada sesuatu yang baru, jauh lebih baik ketimbang merombak paksa apa yang sudah ada.

Ahhh…lagi-lagi……saya hanya bisa menulis dan mencurahkan segala pemikiran saya….

Lantas…apa lagi yang harus saya lakukan???

Saya sangat yakin….. setiap manusia sudah ditakdirkan untuk hidup lengkap satu paket.

Berupa paket senang + sedih, susah + mudah, tertawa + menangis, jatuh + bangun, positif + negatif. Dan semua itu pasti terdapat dalam satu diri—satu jiwa—satu raga.

Terkadang….saat kita sudah berada “diujung tanduk”, ketika kita dihadapkan dalam suatu pilihan, ketika kita dihadapkan oleh suatu permasalahan, suatu dilema datang. Jalan mana yang harus saya pilih. Masing-masing pilihan itu pun sama-sama memiliki resiko. Memang benar kok hidup itu penuh dengan resiko.

Seperti yang dialami beberapa orang diluaran sana. Saya sendiri—yang hidupnya lebih sering berhadapan dengan dunia maya, beberapa bulan belakangan ini merasakan dilema dan kebingungan dalam memilih sesuatu. Sering merasa bosan dan useless. Hmm…mungkin sih karena saya aja yang lagi bebel. Yah semoga saja rasa bosan itu cepat hilang.

Saya memiliki sedikit pemikiran tentang segala masa yang telah saya lalui. Memang benar, bahwa masa lalu hanyalah untuk dikenang. Tapi bagaimana kalau itu menyangkut masa depan saya? Apakah saya saat ini sedang menghadapi dilemma juga?

Ingin sekali rasanya saya menghapus jejak yang telah saya lalui di masa itu. Tapi, semakin saya ingin menghapus semakin saya tidak bisa. Lalu apa yang harus saya lakukan? Saat ini saya hanya bisa berpikir, bingung mau bertindak (bingung yang 80% perasaan bingung itu timbul karena sudah mencoba bertindak tapi belum membuahkan hasil :( ), pinginnya Cuma bernyanyi, merenung, menulis, membaca, men-design template website, membuat cookies, fitness, window shopping, dan BERPIKIR kembali apa yang telah saya lakukan.

Sepertinya tidak mudah dalam memecahkan suatu dilemma atau permasalahan. Yang sebetulnya sumber permasalahan intinya bukan pada saya. Mungkin saya terlalu mencampuri urusan orang lain? Tapi….orang lain tersebut adalah bagian yang sangat penting dalam hidup saya. Mengetahui bahwa saya tidak dapat berbuat banyak, maka saya hanya bias berbuat sebisa dan semampu saya. Saya juga tidak mau jadi cw stress yang sebenarnya stress bukan karena masalahnya.:(

Whaatttt….???? Apa lagi yang saya tulis saat ini? Kegundahan, kegelisahan, yang mungkin tidak akan berhenti kecuali saat saya mati—meninggal—koid—wafat—tewas. Permasalahan akan mendewasakan saya. Saya sih masih SANGAT YAKIN kalau Allah memberikan penyelesaian dalam setiap masalah saya. Maka saya akan terus memohon petunjuk dalam setiap doa-doa saya kepada-Nya. Atau mungkin saya kurang serius dalam berdoa??? Ooohhh…Ya Allah…Maafkan saya jika saya kurang tulus dalam berdoa. Saya masih belajar mengenal dunia yang sementara ini.

Ketika saya dapat menyelesaikan masalah saya, maka saya akan naik satu level tingkat kekuatan dalam bertahan hidup. Mengapa demikian?? Karena menurut saya, pengalaman Qta akan bertambah satu ketika kita berhasil menyelesaikannya—bukan lari untuk menghindarinya. Dan berbagai cobaan/permasalahan baru akan timbul lagi…terus…terus…terus… sampai akhir hayat saya. Yah….memang benar….Belajar terus sampai liang lahat. Ahhh…terkesan seram dan berlebihan memang. Tapi teman….itulah kenyataannya. Bergulirnya waktu bertambahnya usia, bertambahnya kematangan dan kedewasaan pula.

Lantas….dimanakah posisi saya saat ini??

Aku ingin sekali menghapus jejak masa ku yang menghimpitkan dadaku, yang menyesakkan jiwaku, yang meledakkan tangisku, yang mengiris pedih jantungku, yang menghujam kalbuku, yang menahan tawa dan senyumku. Tapi aku tak mampu. Aku hanya mampu melangkah dan meneruskan hidupku.

Aku hanyalah aku…dengan sebatas kemampuanku. Aku bukan wonderwoman!!! Sedih rasanya….

Tapi aku adalah aku… Tetap bersyukur padaMu ya Allah atas segalanya. Karena Kau ciptakan aku yang sangat aku.

Alhamdulillah…. :)

Hai hai semuanya….selamat siang.

Sebenernya postingan yang ini mau saya tuliskan dua hari yang lalu.

Begini ceritanya. ketika dua hari yang lalu, saya pulang kerumah lebih cepat dari biasanya. jam 4 sore saya sudah berada dirumah. Dengan segala rasa resah dan badmood yang cukup berkepanjangan. fyuuhhh….ingin rasanya melepas penat barang sekejap saja. Selepas sholat ashar, saya masih memikirkan SESUATU yang mengganjal diotak saya. Ahhh…rasanya saya tidak dapat berbuat banyak dalam masalah saya kali ini. yahh…yang sebetulnya juga bukan masalah saya pribadi.

Oke….mulai lah saya mengganti-ganti chanel televisi. Walaupun sudah memasang TV-Kabel, ternyata saya merasa tetap tidak ada tayangan yang menarik hati saya. Uhhmm….kemungkinan terbesar hal itu terjadi karena memang mood saya sedang tidak bagus. Oke…..saya mulai membuka koran hari ini. Ahhh…tetap tak menggugah hati. Saya berjalan mondar-mandir dari ruang tamu, ruang tengah, meja makan dan dapur.

Tiba-tiba jam dinding di ruang makan menunjukkan jam 5.15 waktu sore. Entah mengapa….tiba-tiba badan saya tergerak mendadak untuk membuka tas laptop saya. Dan tiba-tiba tangan saya sudah menyalakan laptop di meja makan. Yahh…tampaknya saya sudah menemukan satu cara untuk melepas kepenatan ini sementara. Tangan saya dengan lincahnya mencari kumpulan resep-resep nikmat yang cepat saji.

Uhmm….saya teringat bahwa seharusnya minggu lalu saya membuat chocolate truffle. Yahh…ada bahan-bahan baku untuk membuat kudapan YUMMY yang membuat orang ngiler. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat choco cruzz….. Semua bahan tersedia, saya hanya perlu sedikit jiwa seni saya dalam membuat cookies ini.

Saya langsung menuju dapur, menimbang semua bahan-bahan yang diperlukan. Menyiapkan loyang-loyang unmasukan ke oven yuuukktuk memanggang di oven. Menyiapkan mixer untuk mengaduk bahan cookies. Setelah semua bahan tersedia saatnya saya mulai mencampur bahan-bahan cookies ini. Sambil membuat cookies ini, saya terus berharap bahwa saya dapat membuat cookies ini dengan cantik. Tak terasa beberapa menit kemudian adonan cookies ini sudah siap untuk di bentuk. Pikir saya hand made lebih menarik. untuk itu saya tidak menggunakan cetakan cookies. Saya hanya menggunakan dua sendok makan sebagai alat bantu mencetak adonan tersebut diatas loyang. :)

Sebelum loyang-loyang tersebut saya masukkan ke dalam oven, saya baru sadar…ternyata meja makan saya penuh dengan loyang dan laptop. Ternyata saya sadar bahwa dapur bisa juga bersahabat dengan laptop saya. hehehe :p

persahabatan laptop dan dapur

Teknologi komputer dipadukan dengan dapur dan bahan makanan maka akan menghasilkan cipta

rasa yang tinggi. Saya dapat membayangkan ibu-ibu modern yang di dapurnya terdapat layar

komputer. its really cool man… hahahha :p

Gimana nanti saat saya menjadi ibu beneran yah? kira-kira ada yang mau bikinin saya dapur yang canggih gak yah?? hihihi :p

Setelah loyang masuk oven pun, saya benar-benar tidak sabar untuk menanti kematangan dari cookies pertama buatan saya sendiri. Benar-benar tanpa bantuan orang lain loh buatnya. hehhe :poven

Lucunya lagi….saya selalu memperhatikan oven. saya selalu menengok oven…. kapan yah cookies saya matang? seperti apa yah rasanya? Saya teringat saat saya dulu sering membantu mama saya saat membuat masakan-masakan  enak. Mulai dari appetizer, main course, dessert, sampai cookies, cakes and breads. Mungkin saja hobby membuat aneka makanan ini mengalir dari mama saya. Yah…semoga hasilnya enak. seperti yang selalu dibuat mama saya. :)

Setelah menunggu sekitar 25-30 menit….akhirnya cookies saya matang. Dan tinggal memberi topping dengan lelehan coklat. uhm…..baunya haruumm……menggugah selera.  Sampai papa saya datang menghampiri saya di dapur. Nanyain saya lagi bikin apa. ahh…sepertinya berhasil. Yah…walaupun ad yang sedikit agak gosong karena suhu dalam ruang ovennya tidak rata, tapi rasanyaaaa…..uhmmm….enyaaaakkkk. :ptopping

Sekarang waktunya mengolesi topping coklat. Ahh….topping harus dilakukan saat cookies tersebut sudah dingin. Jadi…topping akan saya lakukan setelah selesai sholat maghrib. Dan setelah selesai sholat maghrib….pemberian

cruzz.....

topping pun saya lakukan dengan penuh perasaan. kata adik saya, saya terlihat serius saat memberikan topping

itu. maklum…..pemberian topping pun baru kali ini saya lakukan. hehehe :p

Dan beginilah hasil akhir si choco cruzz buatan saya. :)

Halaman Berikutnya »